Kamis, 04 September 2008

Belajar menanggung resiko

“Remember that great love and great achievements involve great risk. - Ingat! Cinta yang besar dan prestasi tinggi melibatkan resiko yang besar pula.” ~ Anonim
Risiko memiliki komponen ketidakpastian. Seumpama seseorang meloncat dari gedung berlantai 21 dan mengenakan parasut di punggungnya, ia tidak punya kepastian apakah nantinya parasut itu terbentang dengan baik ataukah tidak. Jika parasut itu gagal di kembangkan, dia berisiko terluka atau meninggal. Tetapi jika ia terjun tanpa parasut, jelaslah ia pasti meninggal dan berarti ia sama sekali tidak menghadapi risiko. Karena risiko itu ditandai dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian.
Risiko juga bersifat perorangan. Kalaupun misalnya terjadi luberan lumpur panas seperti yang terjadi di Porong - Jawa Timur itu pasti tak hanya dihadapi perusahaan pengebor gas bumi. Tetapi risiko luberan lumpur panas tersebut juga menimpa semua komponen, diantarnya para pemegang saham, kreditur, dewan direksi, pegawai, terlebih penduduk sekitar yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda karena terendam lumpur panas, dan lain sebagainya.
Kita menghadapi risiko setiap hari entah pada saat kita menyeberang jalan, makan, sekolah atau mengejar angkutan kota untuk berangkat kerja atau bahkan pada saat tidur. Beberapa sikap hati-hati sekalipun juga mengandung risiko. Contoh kita mencuci buah-buahan dan sayuran dengan larutan khusus supaya terhindar dari dampak penggunaan pestisida yang melekat pada buah-buahan dan sayuran. Tetapi ternyata langkah tersebut juga memiliki konsekuensi negatif yaitu berkurangnya vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya.
Dengan kata lain, risiko menguasai berbagai area dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan profesional dimanapun kita berada. Kendati demikian, jangan sampai kita berkeinginan untuk tidak menghadapi risiko, karena hal itu sangatlah tidak produktif. Segala risiko tak harus mengganggu kelangsungan aktifitas kita sehari-hari ataupun upaya kita untuk menjadi lebih baik.
Baiknya kita tidak belajar bagaimana menghadapi risiko dari anak kecil yang mencoba memulai langkah-langkah pertamanya. Umumnya mereka teguh berusaha melangkah, walaupun risikonya ia harus berkali-kali terjatuh. Lambat laun setelah terus mencoba, maka ia akan dapat berjalan bahkan berlari.
Contoh lain anak kecil itu ingin mengambil sesuatu di atas meja yang lebih tinggi dari tubuhnya sendiri. Untuk mendapatkan posisi yang strategis dan dapat menjangkau benda tersebut mungkin ia berusaha menyusun beberapa kursi. Bisa jadi ia berhasil mendapatkan posisi yang ideal, tetapi tak jarang ia harus menghadapi risiko kursi terguling dan ia terjatuh ke lantai.
Yang sering terjadi, anak itu mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan rasa sakit. Tetapi itu hanya sebentar. Ia akan berusaha sekali lagi, dan tak pernah putus asa mencoba terus. Ketika ia sudah berhasil menjangkau benda yang ia maksud, ia pasti sudah melupakan rasa sakit atau kepalanya yang benjol akibat berulangkali terjatuh.
Sikap anak kecil sebenarnya pelajaran bagi kita untuk terus berupaya meskipun nantinya kita mungkin menghadapi risiko. Mereka yang gagal karena memilih berhenti ketika menghadapi risiko, misalnya gagal, ditipu orang, krisis karena situasi bisnis kacau dan lain sebagainya. Tetapi tak sedikit diantara mereka yang sangat berhasil karena menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan terus berupaya.
Pebisnis sukses seperti Donald Trump berani berinvestasi pada bisnis-bisnis potensial tetapi berisiko tinggi. Ia pernah menanggung risiko kebangkrutan dan hutang sebesar 2 milyar USD pada tahun 1990-an. Sampai-sampai ia tak dapat membayar hutang tersebut. Tetapi pria lulusan University of Pennsylvania’ s Wharton School itu tetap optimis dapat menciptakan sesuatu yang besar dan istimewa.
Ia kembali memanfaatkan kemampuan bernegosiasi dan kepintarannya untuk kembali berinvestasi. Ia memiliki keberanian menembus dunia bisnis yang penuh dengan risiko dan melakukan manuver bisnis yang paling luar biasa dalam sejarah, sampai akhirnya mampu merajai bisnis di bidang perhotelan, kasino, real estate dan lain sebagainya. Keberanian melangkah sekaligus menanggung risiko berbisnis menjadikan Donald Trump sekarang sebagai salah seorang terkaya di dunia.
Seandainya Donald Trump tak memulai langkahnya di dunia bisnis, dijamin pasti dia tak akan mengalami risiko gagal. Dengan kata lain, orang-orang sukses di dunia ini memulai segala segala keberhasilan dengan berenang dalam lautan risiko. Jika kita memilih sukses, maka langkah yang paling tepat untuk menyongsong sukses itu adalah segera memulai dan terus mencoba.
Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwasanya kegagalan adalah bagian dari paket kesuksesan. Jika kita menyerah pada saat kita gagal maka kita tak akan pernah menyadari begitu dekat posisi kita dengan kesuksesan itu. Bila kita cukup memahami bagaimana cara menanggung risiko dari seorang anak kecil, maka jangan pernah lagi menghitung berapa kali kita gagal, melainkan menentukan secara pasti kapan kita bisa sukses dengan berusaha, berubah, dan memperbaiki strategi secara simultan atau terus menerus.

Selasa, 26 Agustus 2008

Bapak Mengajariku Mengatakan “Cukup”

Bapak Mengajariku Mengatakan “Cukup”

Bapak... aku merasa bahwa kasihnya tidak pernah habis. Selalu ada untukku, selalu ada untuk kakak dan adikku. Bersama dengan ibuku, setiap hari menjadi kesempatan berpesta kasih sayang dari Bapak dan Ibu. Semenjak aku kecil, aku telah diajari untuk mengasihi, terlebih untuk menerima kasih Bapak melalui hal-hal sederhana yang kualami setiap hari.
Aku masih ingat, setiap pagi Bapak membangunkanku untuk mandi, siap-siap berangkat sekolah. Ibuku dengan diam tanpa bicara memasak makanan untuk sarapan pagiku. Satu hal yang kupelajari dari Bapak adalah bersyukur atas hari ini, bersyukur atas apa yang dialami. Memang, tidak selamanya indah dan menyenangkan, tapi tidak tau mengapa Bapak bisa membuat hal itu menjadi suatu hal yang disyukuri.
Bapakku adalah seorang petani sederhana yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Namun, yang selalu membuatku heran adalah ayah tetap gembira. Bahkan ketika tidak ada uang di kantong, Bapak tetap gembira. Ketika tidak ada sayur, Bapak mengajakku pergi ke kebun memetik daun singkong, daun bayam, untuk dimasak jadi sayuran. Ketika, tidak ada lauk, Bapak mengajakku pergi ke sungai, memancing ikan dan dijadikan lauk. Memang tidak berlebih, tetapi selalu cukup untukku, kakaku, adikku, ibu, dan Bapak sendiri. Tidak jarang, lauk bagian Bapak berpindah ke piringku atau piring adikku. Aku dan adikku hanya tersenyum kegirangan mendapat tambahan lauk. Sedangkan ibu dengan senyumnya, membagi lauknya menjadi dua, untuk kakakku dan untuk Bapak. Sambil tersenyum pula, Bapak membagi lauknya untuk dirinya dan ibu. Selalu dan selalu begitu.
Bapak mengajarkan aku untuk berani mengatakan cukup. Ini lebih dari cukup untuk bersyukur kepada Tuhan. Ketika orang lain mengeluh tidak punya televisi, Bapak dengan tenang mengatakan, “Kita memang tidak punya televisi, tetapi punya tetangga yang baik, yang bisa kita tumpangi untuk nonton televisi. Bahkan sambil nonton kita bisa mendapat snack, teh manis, atau kue yang lain” Lain lagi ketika ada tetangga yang mempunyai sepeda motor baru, Bapak berkata, “Memang kita tidak mempunyai motor, tetapi kita bisa bergembira dan bercerita bersama banyak tetangga ketika bersama-sama naik angkutan untuk pergi ke pasar.” Ketika rumah terkena longsor tahun 2000, Bapak tetap tenang dan tidak panik. “Memang kita tidak punya rumah saat ini, tetapi kita bisa numpang di tetangga. Kita bisa menikmati keindahan malam hari dan sendau gurau bersama tetangga. Dan yang pasti aku tidak kehilangan kamu, kakakmu, adikmu, dan ibumu. Itu lebih dari cukup.” Ketika rumah sudah berdiri kembali, walaupun lebih kecil, Bapak dengan tenangnya mengatakan, “Memang rumah kita kecil, tetapi malah menjadi tanda bahwa kita yang kecil ini bisa saling berbagi kesempatan untuk merawat rumah ini secara bersama-sama.’ Selalu ada alasan atau selalu ada situasi yang membuat Bapak bisa bergembira, bersyukur dan mengatakan cukup atas apa yang telah diperoleh dalam hidup ini.
Ketika aku sempat merasa malu dan iri dengan teman-teman yang mempunyai rumah lebih besar dan indah, sekali lagi Bapak mengatakan, “Nak, jangan sampai kamu dipermalukan oleh rasa malu, minder, rasa kecil yang ada di hatimu. Kamu harus belajar bahwa kita harus lepas bebas dari rasa dan keterikatan hal-hal materi di dunia ini. Mempunyai rumah kecil, apa besar bukanlah jaminan bahwa selalu bisa tersenyum, bersyukur, dan bergembira. Jangan lupakan bahwa yang menjadikan rumah kita nyaman adalah kita yang selalu bersyukur kepada Tuhan, bukan karena besar atau indahnya rumah kita. Keberadaan satu dengan yang lainnya, kamu, adikmu, kakakmu, dan ibu adalah sumber kebahagiaan satu dengan yang lain.”
Ketika suatu kali kutanya mengapa Bapak tidak pernah merayakan ulang tahun, entah dengan sekedar memotong ayam atau apa begitu, dengan tenang Bapak mengatakan, “Nak, setiap hari Bapak merayakan ulang tahun dan mendapat hadiah yang istimewa dan tidak ternilai. Melihatmu senang, berbahagia, dan pulang ke rumah dengan gembira merupakan kado yang diberikan Tuhan setiap hari kepadaku. Mengapa aku harus meminta yang lebih besar, jika hadiah yang terbesar dari Tuhan sudah kuterima.”
“Terima kasih Tuhan, aku boleh mempunyai Bapak yang sempurna, amat sempurna untukku. Terima Kasih Tuhan.”

Engkau beri aku ....
langit tuk kuhiasi bintang dan awan
harapan dikala kucemas
hari esok sebelum malam berlalu
cerita saat kubersamaMu
HadirMu dalam hidupku
Indahkan jalan yang berlalu
Ciptakan rasa menjadi cinta
Menopang hidup tuntun langkahku
Trima kasih....
Kaunyalakan cahaya dalam langkah-langkahku
Kaukobarkan rasa saat kujumpa diriMu
Kauciptakan harapan dalam setiap keterpurukanku
Menghalau setiap goncangan menjadi cinta
Tinggal berlalu sembuhkan luka
Setiap duka dan ria menjadi cinta
Kudengar semakin menjadi nyata
“Jangan takut, Aku mengasihimu. “
Dan kujawab dengan seluruh cintaku
Aku juga....
Anakmu yang amat bangga dengan Bapak
Florentius Hartanta

Rabu, 20 Agustus 2008

BAGAIMANA BEKERJA DI TEMPAT YANG TIDAK MENYENANGKAN

1. MENGERTILAH BAHWA ALLAH MENGURAPI ENGKAU UNTUK COBAAN.
YAKINKAN DIRI BAHWA ENGKAU ORANG KATOLIK
KENAKANLAH SENJATA DARI ALLAH SEBELUM PERGI BEKERJA.

2. JANGAN MENGHARAPKAN UNTUK DIHARGAI.
PENGHARAPANMU HANYA UNTUK MENDAPATKAN UPAH.
JANGAN DATANG KE TEMPAT KERJA UNTUK MEMILIKI HUBUNGAN PRIBADI.
JANGAN MEMBIARKAN APA YANG ENGKAU KERJAKAN MEMPENGARUHI SIAPA DIRIMU.
3. KERJAKAN TUGASMU DENGAN BAIK, TAPI INGAT MISIMU.
ALLAH MENEMPATKAN ENGKAU DISANA SUPAYA MENJADI TERANG.
CARILAH KESEMPATAN UNTUK MERUBAH SUASANA KERJA TANPA MENIMBULKAN MASALAH.
ENGKAU MEMILIKI ALLAH UNTUK DIAJAK BICARA.
ENGKAU SEDANG MENGERJAKAN TUGASMU.
KEKUATANMU ADA DALAM KETENANGAN DAN KEMAMPUANMU.
5. JANGAN BIARKAN SUASANA KERJA MEMPENGARUHI DIRIMU.
ENGKAULAH YANG HARUS MEMPENGARUHI SUASANA KERJA DAN BUKAN SEBALIKNYA.
HENTIKAN PERGI BEKERJA UNTUK DICEKOKI-KAMU BEKERJA BUKAN UNTUK MENERIMA, TETAPI UNTUK MEMBERI.
6. TAMBAHLAH KEMAMPUAN UNTUK BEKERJA DENGAN BERMACAM ORANG.
BAHKAN ALLAH SERINGKALI MEMBERKATIMU DENGAN ORANG YANG TIDAK KAMU SUKA.

7. INGATLAH BAHWA TEMPAT DIMANA KAMU BEKERJA BUKAN MERUPAKAN ARAH KEMANA KAMU PERGI.
INI AKAN MENJADIKANMU FRUSTASI.
ALLAH MEMPUNYAI RENCANA DALAM KEHIDUPANMU.
TETAP ARAHKAN PANDANGANMU PADA HARGANYA.
KETIKA PETRUS MELAKUKAN INI, DIA DAPAT BERJALAN DI ATAS AIR KETIKA ORANG LAIN TENGGELAM.
8. DAPATKAN HASIL YANG OPTIMAL DENGAN KEKELIRUAN YANG MINIMAL.
MENJADI EFEKTIF TANPA MEMBUAT SUASANA KERJA BERTAMBAH BURUK.

9. JANGAN BERHUBUNGAN HANYA DENGAN SATU GRUP ATAU KELOMPOK ORANG TERTENTU.
LABEL HANYA MEMBATASI KEMAMPUANMU.
ALLAH MAU ENGKAU BEKERJA DENGAN SEMUA ORANG, TIDAK HANYA DENGAN KELOMPOK TERTENTU SAJA.
PERGUNAKANLAH SEMUA KEMAMPUAN DAN ANUGERAH YANG TELAH DIBERIKAN.
10. SELALU MEMUJI DI HATIMU
SIMPAN TEMPAT YANG SUCI DI JIWAMU BERSANDARLAH PADA TUAN

TUHAN MEMBERKATI DAN AGAR ENGKAU MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN !!

Berkat Yang Tersamar

Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita
bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih
bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik.
Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada
peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat
kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa
DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).

Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa
sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang
belum kita sadari pada saat itu.

Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman
baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas
semua situasi dalam hidupnya, positif maupun negatif.

Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya
mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja.
Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan
senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari
temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.

Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “ Ini bagus!”, yang oleh raja
dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan
temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah
yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian
dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu
bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk
menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak
mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah
makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.

Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang
menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas
perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara
untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar, “ katanya, “baguslah
bahwa aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang
baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah
menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat
kepadamu.”

“Tidak,” kata temannya,”Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’?
Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu
tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku,
aku tadi pasti bersamamu.”

-----------------

Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal
yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan
temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita
kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi.
Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat
TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin
yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak
menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh
dari TUHAN.

Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang
secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam
hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya
berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.

Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata
“YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti
menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam
hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat”
berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan
kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak
terselami oleh keterbatasan akal kita

Sesuatu yang besar

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai dan memasukkannya ke dalam tong sampah. Hal ini mengesankan pegawai yang akan mewawancarainya, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangatlah gampang, cukup hanya memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak kecil bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak kecil juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Teman-temannya yang lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si anak kecil ditarik / diajak bekerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup hanya bersedia merugi sedikit saja


Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik".
Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab, "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, cukup hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup hanya membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab, "Cari pada rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada pula yang menjawab, "Cari pada rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata mencari jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup hanya menghitung dari langkah 1 hingga 10, jangan loncat-loncat.




Ada sebuah toko yang lampunya selalu terang-benderang.
Seorang pembeli bertanya, "Lampu merk apa yang dipakai sehingga begitu awet?"
Pemilik toko berkata, "Lampu kami juga sering rusak, dan begitu rusak langsung diganti."
Ternyata cara memelihara tetap terang sangat mudah, cukup hanya sering diganti saja.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak ‘pinggir jalan’ menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak ‘sawah’ menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hanya hindari kemalasan saja.
Ada seekor anak ayam saat menetas dari telur, kebetulan ada kura-kura yang lewat, sehingga sejak saat itu si ayam memikul kulit/kerak telur seumur hidupnya.
Ternyata sangat mudah melepaskan beban berat, cukup hanya meninggalkan kekeras-kepalaan saja.

Jumat, 11 Juli 2008

MENCARI KEBAHAGIAAN



Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha
meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

Mengapa Menangis

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?Ketika kita menangis?Ketika kita membayangkan?Itu karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT
Ketika kita menemukan seseorang yangkeunikannya SEJALAN dengan kita
kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yangdinamakan CINTA
CINTA yang AGUNG?Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang MELAINKAN
mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
kita belajar tentang diri kita sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
penyesalan HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat sendiri
MENCINTAI ??BUKANLAH bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN
BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu MENGERTIBUKANLAH apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu RASAKAN
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu BERTAHAN
Lebih berbahaya mencucurkan air mata
dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu
Tapi ketika CINTA itu TULUS,meskipun kalah, kamu TETAP MENANG
hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,jangan lepaskan dia
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai
MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu
Itulah CINTA SEJATI
Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu,
dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KBERADAANNYA
Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak,
bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka dan mengenal apa itu cinta