1. MENGERTILAH BAHWA ALLAH MENGURAPI ENGKAU UNTUK COBAAN.
YAKINKAN DIRI BAHWA ENGKAU ORANG KATOLIK
KENAKANLAH SENJATA DARI ALLAH SEBELUM PERGI BEKERJA.
2. JANGAN MENGHARAPKAN UNTUK DIHARGAI.
PENGHARAPANMU HANYA UNTUK MENDAPATKAN UPAH.
JANGAN DATANG KE TEMPAT KERJA UNTUK MEMILIKI HUBUNGAN PRIBADI.
JANGAN MEMBIARKAN APA YANG ENGKAU KERJAKAN MEMPENGARUHI SIAPA DIRIMU.
3. KERJAKAN TUGASMU DENGAN BAIK, TAPI INGAT MISIMU.
ALLAH MENEMPATKAN ENGKAU DISANA SUPAYA MENJADI TERANG.
CARILAH KESEMPATAN UNTUK MERUBAH SUASANA KERJA TANPA MENIMBULKAN MASALAH.
ENGKAU MEMILIKI ALLAH UNTUK DIAJAK BICARA.
ENGKAU SEDANG MENGERJAKAN TUGASMU.
KEKUATANMU ADA DALAM KETENANGAN DAN KEMAMPUANMU.
5. JANGAN BIARKAN SUASANA KERJA MEMPENGARUHI DIRIMU.
ENGKAULAH YANG HARUS MEMPENGARUHI SUASANA KERJA DAN BUKAN SEBALIKNYA.
HENTIKAN PERGI BEKERJA UNTUK DICEKOKI-KAMU BEKERJA BUKAN UNTUK MENERIMA, TETAPI UNTUK MEMBERI.
6. TAMBAHLAH KEMAMPUAN UNTUK BEKERJA DENGAN BERMACAM ORANG.
BAHKAN ALLAH SERINGKALI MEMBERKATIMU DENGAN ORANG YANG TIDAK KAMU SUKA.
7. INGATLAH BAHWA TEMPAT DIMANA KAMU BEKERJA BUKAN MERUPAKAN ARAH KEMANA KAMU PERGI.
INI AKAN MENJADIKANMU FRUSTASI.
ALLAH MEMPUNYAI RENCANA DALAM KEHIDUPANMU.
TETAP ARAHKAN PANDANGANMU PADA HARGANYA.
KETIKA PETRUS MELAKUKAN INI, DIA DAPAT BERJALAN DI ATAS AIR KETIKA ORANG LAIN TENGGELAM.
8. DAPATKAN HASIL YANG OPTIMAL DENGAN KEKELIRUAN YANG MINIMAL.
MENJADI EFEKTIF TANPA MEMBUAT SUASANA KERJA BERTAMBAH BURUK.
9. JANGAN BERHUBUNGAN HANYA DENGAN SATU GRUP ATAU KELOMPOK ORANG TERTENTU.
LABEL HANYA MEMBATASI KEMAMPUANMU.
ALLAH MAU ENGKAU BEKERJA DENGAN SEMUA ORANG, TIDAK HANYA DENGAN KELOMPOK TERTENTU SAJA.
PERGUNAKANLAH SEMUA KEMAMPUAN DAN ANUGERAH YANG TELAH DIBERIKAN.
10. SELALU MEMUJI DI HATIMU
SIMPAN TEMPAT YANG SUCI DI JIWAMU BERSANDARLAH PADA TUAN
TUHAN MEMBERKATI DAN AGAR ENGKAU MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN !!
Rabu, 20 Agustus 2008
Berkat Yang Tersamar
Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita
bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih
bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik.
Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada
peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat
kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa
DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).
Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa
sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang
belum kita sadari pada saat itu.
Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman
baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas
semua situasi dalam hidupnya, positif maupun negatif.
Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya
mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja.
Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan
senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari
temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.
Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “ Ini bagus!”, yang oleh raja
dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan
temannya ke penjara.
Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah
yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian
dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu
bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk
menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak
mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah
makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.
Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang
menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas
perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara
untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar, “ katanya, “baguslah
bahwa aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang
baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah
menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat
kepadamu.”
“Tidak,” kata temannya,”Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’?
Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu
tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku,
aku tadi pasti bersamamu.”
-----------------
Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal
yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan
temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.
Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita
kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi.
Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat
TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin
yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak
menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh
dari TUHAN.
Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang
secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam
hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya
berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.
Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata
“YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti
menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam
hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat”
berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan
kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak
terselami oleh keterbatasan akal kita
bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih
bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik.
Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada
peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat
kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa
DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).
Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa
sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang
belum kita sadari pada saat itu.
Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman
baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas
semua situasi dalam hidupnya, positif maupun negatif.
Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya
mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja.
Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan
senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari
temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.
Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “ Ini bagus!”, yang oleh raja
dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan
temannya ke penjara.
Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah
yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian
dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu
bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk
menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak
mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah
makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.
Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang
menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas
perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara
untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar, “ katanya, “baguslah
bahwa aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang
baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah
menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat
kepadamu.”
“Tidak,” kata temannya,”Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’?
Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu
tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku,
aku tadi pasti bersamamu.”
-----------------
Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal
yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan
temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.
Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita
kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi.
Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat
TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin
yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak
menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh
dari TUHAN.
Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang
secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam
hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya
berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.
Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata
“YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti
menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam
hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat”
berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan
kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak
terselami oleh keterbatasan akal kita
Sesuatu yang besar
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai dan memasukkannya ke dalam tong sampah. Hal ini mengesankan pegawai yang akan mewawancarainya, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangatlah gampang, cukup hanya memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak kecil bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak kecil juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Teman-temannya yang lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si anak kecil ditarik / diajak bekerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup hanya bersedia merugi sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik".
Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab, "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, cukup hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup hanya membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab, "Cari pada rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada pula yang menjawab, "Cari pada rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata mencari jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup hanya menghitung dari langkah 1 hingga 10, jangan loncat-loncat.
Ada sebuah toko yang lampunya selalu terang-benderang.
Seorang pembeli bertanya, "Lampu merk apa yang dipakai sehingga begitu awet?"
Pemilik toko berkata, "Lampu kami juga sering rusak, dan begitu rusak langsung diganti."
Ternyata cara memelihara tetap terang sangat mudah, cukup hanya sering diganti saja.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak ‘pinggir jalan’ menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak ‘sawah’ menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hanya hindari kemalasan saja.
Ada seekor anak ayam saat menetas dari telur, kebetulan ada kura-kura yang lewat, sehingga sejak saat itu si ayam memikul kulit/kerak telur seumur hidupnya.
Ternyata sangat mudah melepaskan beban berat, cukup hanya meninggalkan kekeras-kepalaan saja.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangatlah gampang, cukup hanya memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak kecil bekerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak kecil juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Teman-temannya yang lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si anak kecil ditarik / diajak bekerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup hanya bersedia merugi sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik".
Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab, "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, cukup hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup hanya membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab, "Cari pada rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada pula yang menjawab, "Cari pada rumput yang paling tinggi." Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata mencari jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup hanya menghitung dari langkah 1 hingga 10, jangan loncat-loncat.
Ada sebuah toko yang lampunya selalu terang-benderang.
Seorang pembeli bertanya, "Lampu merk apa yang dipakai sehingga begitu awet?"
Pemilik toko berkata, "Lampu kami juga sering rusak, dan begitu rusak langsung diganti."
Ternyata cara memelihara tetap terang sangat mudah, cukup hanya sering diganti saja.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan, "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak ‘pinggir jalan’ menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah." Beberapa hari kemudian katak ‘sawah’ menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hanya hindari kemalasan saja.
Ada seekor anak ayam saat menetas dari telur, kebetulan ada kura-kura yang lewat, sehingga sejak saat itu si ayam memikul kulit/kerak telur seumur hidupnya.
Ternyata sangat mudah melepaskan beban berat, cukup hanya meninggalkan kekeras-kepalaan saja.
Jumat, 11 Juli 2008
MENCARI KEBAHAGIAAN
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha
meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
Mengapa Menangis
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?Ketika kita menangis?Ketika kita membayangkan?Itu karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT
Ketika kita menemukan seseorang yangkeunikannya SEJALAN dengan kita
kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yangdinamakan CINTA
CINTA yang AGUNG?Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang MELAINKAN
mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
kita belajar tentang diri kita sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
penyesalan HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat sendiri
MENCINTAI ??BUKANLAH bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN
BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu MENGERTIBUKANLAH apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu RASAKAN
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu BERTAHAN
Lebih berbahaya mencucurkan air mata
dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu
Tapi ketika CINTA itu TULUS,meskipun kalah, kamu TETAP MENANG
hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,jangan lepaskan dia
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai
MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu
Itulah CINTA SEJATI
Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu,
dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KBERADAANNYA
Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak,
bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka dan mengenal apa itu cinta
Rabu, 25 Juni 2008
"Tuhan hanya sejauh doa"
Seorang ayah,yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,memasukan putranya tersebut kesekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal. Selang beberapa waktu kemudian,di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal.Karena ketenarannya,dalam waktu yang sangat singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser mulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada disampingnya.Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak bisa betah duduk diam terlalu lama, tanpa pengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung mulai di redupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada disampingnya.Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanparasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, Twinkle2 Little Star. Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba2 lebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke arah panggung.Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan seorang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis juga terkejut, bergegas naik keatas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata " Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk, disamping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ketengah panggung. Sang anak jadi GR, pikirnya "Gila, baru belajar sebulan saja sudah hebat!". Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.Teman2, apa implikasinya dalam hidup kita??? Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan2 besar yang telah kita lakukan, tapi kita lupa...bahwa semua itu terjadi karena TUHAN ada disamping kita.Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada TUHAN disamping kita, KITA ADALAH SIA-SIA. Tapi apabila TUHAN ada disamping kita....sesederhana apapun yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita. Semoga saja kita tidak pernah lupa bahwa ada TUHAN disamping kita.
Ekaristi sebagai perayaan Puji Syukur
Perayaan Ekaristi merupaakna perayaan puji syukur. Kata eucharistia menunjuk secara jelas bahwa Ekaristi merupakan perayaan syukur. Melihat struktur perayaan Ekaristi, semakin jelaslah paha perayaan ekaristi pertama-tama merupakana perayaan syukur Gereja. Dalam perayaan Ekaristi, kita mensyukuri karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus, yakni terutama dalma peristiwa wafat dan kebangkitanNya. Seluruh doa dalam Perayaan Ekaristi itu dialamatkan kepada alalh Bapa. Ungkapan yang penuh syukur itu tampak sekali dalam seluruh Doa Syujkur Agung. Sudah sejak dalam prefasi, kita bersyukur kepada Allah Bapa, “Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus. Allah yang kekal dan kuasa, kami senantiasa bersyukur kepada-My dengan pengantaraan YesusKristus PuteraMu yang terkasih.”
Puji syukur ini terus mewarnai seluruh DSA, yakni atas karya kasih dan kebaikan Allah yang tampak dalam Putra-Nya Yesus Kristus yang menebus dan menyelamatkan umat manusia melalui kurban salib: wafat dan kebangkitanNya. Seluruh DSA itu diakhiri dengan rangkuman doksologi penutup yang memang merupakan pola doa kristiani yang tertua, yakni pujian yang dialamatkan kepada Bapa melalui pengantaraan Kristus dan berkat Roh Kudus. “Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagiMu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuana denagn Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.” Dan umat menjawab dengan meriah “Amin”.
Sifat dan bentuk dasar Ekaristi adalah puji syukur. Perayaan Ekaristi merupakan perjamuan sakramental, yaitu perjamuan dalam bentuk simbol. Perayaan Ekaristis disebut perjamuan sakramental sejauh Ekaristi dilihat menurut simbol dan tanda yang dipakai, yakni roti dan anggur yang memang berada dalam konterks perjuman makan dan menurut intensi dibaliknya, yaitu kebersamaan.
Ketika mengikuti Ekaristi, diharapkan umat mengungkapkan syukur atas segala pengalaman kasih yang dialami dalam hidup hariannya. Pengalaman syukur itu muncul dari kesadarana bahwa Allah terlibat dalam hidupku di masa lalu, sekarang, dan tentu saja di masa yang akan datang. Kesulitan yang dihadapi adalah seringkali umat beriman datang ke Gereja dengan perasaan kosong karena hanya sekedar datang demi sebuah kewajiban. Padahal diharapkan, dengan ikut ekaristi umat beriman membawa rasa syukur sekaligus sebuha kerinduan akan kasih Allah dalam hidup yang masih akan dijalaninya di hari-hari berikutnya.
Baik kalau misalnya, umat beriman datang ke perayaan Ekaristi membawa satu buah pengalaman rasa syukur bahwa Allah telah terlibat dalam hidup dan dirinya. Selain itu, dia juga membawa kerinduan akan keterlibatan kasih Allah dalam hidupnya yang selama ini menjadi sebuah kerinduan dan dambaan hati. Dengan demikian, perayaan Ekaristi sungguh menjadi sebuah ungkapan syukur sekaligus permohonan pribadi dan lebih dari pada itu menjadi sebuah kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan, bertatap muka dengan Tuhan dan mengungkapkan segala pengalaman suka, duka, harapan yang dialaminya.
Puji syukur ini terus mewarnai seluruh DSA, yakni atas karya kasih dan kebaikan Allah yang tampak dalam Putra-Nya Yesus Kristus yang menebus dan menyelamatkan umat manusia melalui kurban salib: wafat dan kebangkitanNya. Seluruh DSA itu diakhiri dengan rangkuman doksologi penutup yang memang merupakan pola doa kristiani yang tertua, yakni pujian yang dialamatkan kepada Bapa melalui pengantaraan Kristus dan berkat Roh Kudus. “Dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagiMu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuana denagn Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.” Dan umat menjawab dengan meriah “Amin”.
Sifat dan bentuk dasar Ekaristi adalah puji syukur. Perayaan Ekaristi merupakan perjamuan sakramental, yaitu perjamuan dalam bentuk simbol. Perayaan Ekaristis disebut perjamuan sakramental sejauh Ekaristi dilihat menurut simbol dan tanda yang dipakai, yakni roti dan anggur yang memang berada dalam konterks perjuman makan dan menurut intensi dibaliknya, yaitu kebersamaan.
Ketika mengikuti Ekaristi, diharapkan umat mengungkapkan syukur atas segala pengalaman kasih yang dialami dalam hidup hariannya. Pengalaman syukur itu muncul dari kesadarana bahwa Allah terlibat dalam hidupku di masa lalu, sekarang, dan tentu saja di masa yang akan datang. Kesulitan yang dihadapi adalah seringkali umat beriman datang ke Gereja dengan perasaan kosong karena hanya sekedar datang demi sebuah kewajiban. Padahal diharapkan, dengan ikut ekaristi umat beriman membawa rasa syukur sekaligus sebuha kerinduan akan kasih Allah dalam hidup yang masih akan dijalaninya di hari-hari berikutnya.
Baik kalau misalnya, umat beriman datang ke perayaan Ekaristi membawa satu buah pengalaman rasa syukur bahwa Allah telah terlibat dalam hidup dan dirinya. Selain itu, dia juga membawa kerinduan akan keterlibatan kasih Allah dalam hidupnya yang selama ini menjadi sebuah kerinduan dan dambaan hati. Dengan demikian, perayaan Ekaristi sungguh menjadi sebuah ungkapan syukur sekaligus permohonan pribadi dan lebih dari pada itu menjadi sebuah kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan, bertatap muka dengan Tuhan dan mengungkapkan segala pengalaman suka, duka, harapan yang dialaminya.
Langganan:
Komentar (Atom)

